Electronic commerce (EC) atau E-Commerce merupakan konsep baru yang bisa di gambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada world wide web internet (shim, Qureshi, Siegel, 2000) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa, dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000). Kalakota dan Whinston (1997) mendefinisikan EC dari beberapa perspektif berikut :
- Dari perspektif Komunikasi, EC merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.
- Dari perspektif Proses bisnis, EC merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
- Dari perspektif layanan, EC merupakan salah satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika berupaya meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.
- Dari perspektif Online, EC meningkatkan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya.
Memperbaiki Pemasaran Langsung
Pemasaran langsung tradisional dilakukan dengan mail order (katalog) dan telefon (telemarketing). Di tahun 1998, di Amerika serikat diperkirakan terjadi penjualan sekitar 75 milyar dollar. Dari jumlah tersebut, 2 milyar dolar merupakan pemasaran langsung melalui komputer (B2C). Angka ini kecil, namun berkembang lebih dari 1000% dalam waktu kurang dari empat tahun. Bloch et.al. (1996) merumuskan dampak-dampak Electronic Commerce sebagai berikut:
1. Promosi Produk
Electronic Commerce mempertinggi promosi produk dan layanan melalui kontak langsung, kaya informasi, dan interaktif dengan pelanggan.
2. Saluran Pemasaran Baru
Electronic Commerce menciptakan satu saluran distribusi bagi produk yang ada. Sehingga pujian layak diberikan atas peluang untuk langsung menjangkau pelanggan dengan sifat komunikasi yang langsung dan dua arah.
3. Penghematan Langsung
Biaya pengiriman informasi ke pelanggan melalui internet menghasilkan penghematan substansial bagi pengirim (bila di bandingkakan dengan sistem pengiriman non-elektronis atau pengiriman melalui VAN). Penghematan paling besar terjadi ketika mengirim digitezed produk (seperti musik dan software) dibanding bila harus dikirim secara paket fisik.
4. Pengurangan cycle time
Pengiriman produk dan layanan digital dapat dikurangi hingga hanya dalam dalam waktu hitungan detik untuk sampai ke tujuan. Juga, kerja administratif yang berkaitan dengan pengiriman secara fisik, khususnya yang melewati batas-batas internasional, dapat dikurangi secara signifikan sebab memotong cycle time hingga lebih dari 90%.
5. Layanan Konsumen ( Costumer Service )
Layanan konsumen bisa betul-betul ditingkatkan dengan memungkinkan pelanggan menemukan informasi detil secara online. Juga, inteligent agents bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan e-mail standar dalam beberapa detik, Akhirnya, layanan pakar manusia bisa diperlancar dengan menggunakan perangkat lunak-desk, misalnya.
6. Citra Merek atau Perusahaan
Dalam web, pendatang baru bisa membangun citra perusahaan dengan cepat. Yang dilakukan amazon.com selama tiga tahun baru bisa dicapai oleh perusahaan tradisional selama beberapa generasi. Citra perusahaan berarti kepercayaan (trust) yang sangat penting artinya bagi penjualan langsung. Perusahaan tradisional seperti Intel, Wal-Mart, Dell Computers, dan Cysco menggunakan aktifitas Web mereka untuk memperkokoh identitas perusahaan dan citra mereknya.
Sumber :
- Suyanto, M. 2005. Pengantar Teknologi Informasi untuk bisnis: Electronic Commerce . Yogyakarta: Penerbit Andi.
- Gambar : Google

Posting Komentar